Langsung ke konten utama

Pesawat tempur indonesia

Baru-baru ini Indonesia menandatangani
kerjasama pembuatan pesawat generasi 4
dengan Korea dengan program KFX-nya.

Kerjasama ini akan diperkuat dengan
masuknya Turki dalam pembiayaan pesawat
tersebut.
Sementara itu sebelumnya Pakistan telah
menawarkan kerjasama produksi JF-17
dengan Indonesia . Pesawat dengan
generasi ke-3 ini telah dipakai oleh AB
negara tersebut sementara KFX belum
dipakai dan belum ada wujudnya.

Banyak media yang khawatir dan
meragukan posisi Indonesia di program KFX
karena beberapa komponen pesawat ini
masih dimonopoli oleh pelasok dari
perusahaan barat atau US yang bisa saja
suatu saat memveto ekspornya ke
Indonesia.
Selain itu, pendanaannya yang lumayan
tinggi membuat para pengamat khawatir
karena biaya tersebut belum termasuk biaya
pembengkakan berikutnya.

Melihat dari
pengalaman sebelumnya dimana posisi
Indonesia selalu dalam posisi lemah, maka
tidak mungkin Indonesia juga seharusnya
menyambut ajakan kerjasama pembuatan
pesawat JF-17 dari Pakistan.

Apabila kedua pesawat ini jadi, JF-17 dapat
dibuat menggantikan F-5 dan Hawk usang
Indonesia, sementara JFX menggantikan
posisi F-16. Walaupun hal itu sangat tidak
mungkin terjadi mengingat banyak
kalangan yang meragukan konsistensi
Korea dan sekutunya dalam transfer
teknologi dengan Indonesia.

Oleh karena itulah, kerjasama JF-17 akan
tetap menjadi pilihan utama Indonesia,
untuk alih teknologi mengingat pesawat ini
telah dipakai dan barangnya sudah
digunakan oleh AB setempat.
Alasan berikutnya adalah bahwa proyek KFX
di Korea Selatan sendiri masih menjadi
polemik.

Polemik ini bahkan sangat kuat
sehingga pihak Korea sendiri baru akan
memutuskan untuk meneruskan proyek ii
atau tidak di tahun 2012.

Sehingga peluang
Indonesia untuk alih teknologi semakin
menjadi mimpi. Yang apabila diteruskan
pun, Indonesia tidak leluasa dalam
memproduksinya, karena hambatan
embargo suku cadang dan lain sebagainya.
Sementara itu proyek JF-17, akan terus
sangat berpotensi tinggi untuk
dikembangkan menjadi generasi 4 sampai 5
dengan berbagai model teknologi siluman.

Sehingga menyambut tawaran Pakistan
dalam co produksi ini, menjadi pilihan
utama bagi Indonesia.
Di lian pihak, dengan mulainya Indonesia
bersikap mandiri dengan memilih kerjasama
produksi rudal-rudal buatan China,
menjadikan JF-17 mempunyai posisi tawar
yang lebih tinggi, karena JF-17 ini sedianya
merupakan produksi China yang menjadi
salah-satu alternatif kekuatan dunia di masa
mendatang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...