Langsung ke konten utama

Waktuku denganmu


Malam itu,
Ingatkah kamu, tentang waktu yang kita rasakan bersama, 
tentang malam peraduan kita, tentang cinta yang kita nikmati?,
Aku mengingat semua tentang rasamu, tentang kata cintamu, dan tentang bahasa rindumu. Lalu kau berkata “hey, sadar, ini aku bukan si anu”, kukatakan dengan sadarku, “hey, aku tau ini dirimu, dirimu yang aku inginkan lebih dari apapun”. Kita saling dekap dalam rasa dan gelora asmara, aku memelukmu, sampai pagi memeluk kita berdua.
Kita, ya “kau dan aku” melarutkan diri dalam cerita asmara kita, kau tau, aku mencintaimu, aku mencintaimu lebih dari yang kau bayangkan, dan saat ini berat bagiku untuk tidak melihatmu.
Ingatkah kamu, kita lewati hari bersama lewat rangkaian kopi dan nasi padang, yang ternyata lebih nikmat jika bersamamu, lebih indah dengan adamu.
Sore itu, kita habiskan waktu sampai senja kembali beradu “temani aku ke Sarinah katamu”, bagiku tiada titah lebih indah selain pintamu itu, dan dengan nalar dan sadarku, kemanapun maumu aku bersamamu.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...