JAKARTA, RIMANEWS-Badan Antariksa Inggris (UKSA) menawari Indonesia sebuah satelit Penginderaan Jauh SAR Ekuatorial untuk mengatasi perubahan.
Menurut data LAPAN, Indonesia termasuk negara yang memiliki hutan terbanyak di dunia setelah Kongo dan Brasil.
Nur Hidayat, Deputi Pengideraan Jauh LAPAN, menjelaskan, saat ini Indonesia hanya memiliki tekonologi satelit optical dimana penginderaan hanya berupa foto-foto. Sedangkan teknologi baru ini ialah radar dimana kita bisa mengambil data dalam berbagai medan.
Menurut Nur, semakin banyak hutan dalam suatu negara maka akan semakin banyak awannya karena awan berasal dari uap-uap air yang dihasilkan hutan-hutan tersebut "Satelit optical tidak dapat mengumpulkan data ketika cuaca berawan, jelas berbeda dengan satelit radar (SAR) yang siap diberbagai medan," paparnya.
Jika tawaran kerjasama itu terealisasi maka satelit itu akan beredar berdasarkan ekuatorial (garis khatulistiwa) sedangkan satelit radar saat ini di Eropa berdasarkan polar (kutub).(ach/SM)
Komentar
Posting Komentar