Langsung ke konten utama

Sejarah Indonesia Modern 2009...?

Oleh Hendri F Isnaeni
Sejarawan Partikelir PSIK Universitas Paramadina
Peraih Paramadina-The Jakarta Post Fellowship
Penulis buku Romuha: Sejarah yang Terlupakan, Kontroversi Sang Kolaborator (2008), dan Penyamaran Terakhir Tan Malaka di Banten 1943-1945 (2009)
Tahun 2009 telah berlalu. Dua belas bulan mengandung berbagai peristiwa penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Setiap waktu menyimpan sejarah yang mesti ditulis agar generasi berikutnya mengetahui apa saja yang terjadi.
Harus diakui, kita berhutang budi pada para sejarawan luar negeri yang mendedikasikan hidupnya untuk menulis sejarah Indonesia. Salah satunya, M.C. Ricklefs, Profesor Sejarah di Universitas Nasional Singapore.
Ricklefs melakukan penelitian serius terhadap puluhan jurnal dan lebih dari lima ratus buku. Direktur Sekolah Penelitian tentang Asia dan Pasific (Universitas Nasional Australia) ini mengisahkan perjalanan bangsa Indonesia dari zaman ke zaman yang penuh warna, lengkap dengan aneka persoalan dan pertikaian baik internal maupun eksternal.
Hasilnya sebuah buku berjudul A History of Modern Indonesia, ca. 1200 to the present. (London & Basingstoke: Macmillan; Bloomington: Indiana University Press, 1981). Cetakan berikutnya dengan beberapa perubahan diterbitkan tahun 1993 dan 2001 oleh Palgrave and Stanford University Press.
Buku ini kemudian dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 1991 oleh Gadjah Mada University Press. Dan edisi revisinya diterbitkan pada tahun 2005 oleh Penerbit  Serambi.
Menurut Ricklefs, perjalanan panjang Indonesia sejak masuknya Islam hingga kini merupakan sebuah unit historis terpadu, yang dalam buku ini disebut Sejarah Indonesia Modern.
Terdapat tiga unsur fundamental menjadi perekat bagi periode historis itu. Satu, unsur kebudayaan dan keberagamaan: islamisasi Indonesia yang dimulai sejak tahun 1200 dan berlanjut sampai sekarang. Dua, unsur topik: keadaan saling memengaruhi antara orang Indonesia dan orang Barat yang masih berlangsung hingga sekarang sejak tahun 1500. Tiga, unsur historiografi: sumber-sumber primer bagi sebagian besar periode ini ditulis dalam bahasa-bahasa Indonesia modern (Jawa, Melayu, dll., bukan dalam bahasa Jawa Kuno atau Melayu Kuno) dan bahasa-bahasa Eropa.
Karena roda sejarah terus berputar, Ricklefs terus memperbarui bukunya. Segala hal dalam periode sejak 1999 telah ditulis ulang secara substansial atau sama sekali baru. Kehadiran versi Indonesia ini terasa semakin lengkap karena pengarangnya khusus menuliskan perkembangan Indonesia sejak pemilu 2004 sampai tragedi Monas pada 1 Juni 2008.
Buku Ricklefts berakhir tahun 2008. Kini, kita memasuki tahun 2010. Artinya, selama tahun 2009, di mana berbagai peristiwa penting terjadi, belum ditulis untuh. Haruskah Ricklefts kembali yang menulis? Alangkah lebih baik, kita (para sejarawan) yang menuliskannya.
Data Buku
Judul  : Sejarah Indonesia Modern 1200–2008
Penulis  : M.C. Ricklefs
Terbit  : Desember 2008
Tebal  : 866 halaman
ISBN  : 978-979-024-115-2
Ukuran  : 15x23.5 cm
Harga  : HC Rp149.900,00.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...