Langsung ke konten utama

Pencerahan buat INDONESIA dari Stiglitz : Negara Barat Bermuka 2 dlm Berantas Korupsi


JOHANNESBURG, RIMANEWS- Ekonom peraih Nobel, Joseph Stiglitz, mengkritik negara-negara barat yang justru membuka peluang bagi koruptor. Menurut Stiglitz, negara barat bermuka dua dalam pemberantasan korupsi.

Di satu sisi mereka meminta negara berkembang di Afrika menghapus korupsi. Namun di sisi lain, uang-uang hasil kejahatan dan korupsi di Afrika justru tersimpan dalam brankas bank di negara barat.

"Negara maju tidak boleh lepas tangan begitu saja. Mereka harus bertanggungjawab," kata mantan kepala ekonom Bank Dunia ini, seperti dikutip CNN, Rabu (9/2/2011).

"Modus korupsi di Afrika adalah diktator korup akan mencuri uang rakyatnya. Uang itu lalu mereka simpan di akun perbankan negara maju," katanya, menjelaskan. "Sudah banyak diskusi di G20 soal rekening rahasia perbankan yang terkait pajak, tapi soal rekening rahasia perbankan sebagai fasilitator korupsi belum ada yang mau membahas," katanya lagi.

Menurut dia, korupsi di Afrika bisa dikurangi dengan iklim kebebasan dan pers yang baik. Tapi ia menuntut negara barat ikut ambil bagian memerangi korupsi itu.

"Salah satu negara penyelenggara G20 ada yang terus menerus berbicara soal korupsi pajak. Tapi di negara itulah justru uang-uang korupsi diktator Afrika disimpan. Ironisnya, negara tersebut menolak untuk mengembalikan uang tersebut ke rakyat di Afrika," kata Stiglitz.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...