Langsung ke konten utama

Pada 2014, Sekitar 25 Persen Usia Produktif Masuk Kampus

JAKARTA - Pada 2014, Kementerian Pendidikan Nasional menargetkan seperempat lulusan sekolah menengah umum (SMU) akan masuk kampus. Selain itu, mereka ditargetkan masuk kampus dengan mutu yang cukup baik.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso kepada Republika. Menurutnya, Pemerintah saat ini merencanakan angka partisipasi kasar siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi ITU sebesar 25 persen. Artinya 25 persen penduduk usia produktif Indonesia akan mengencam bangku kampus.
Pasalnya, saat ini angka partisipasi kasar siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi itu baru sebesar 18,5 persen. ‘’Kenaikan satu persen APK ini setara dengan 213 ribu kursi baru mahasiswa,’’ kata Djoko seusai penandatanganan naskah serah terima aset Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Untuk mencapai target ini, Kementerian sendiri membangun Universitas atau membuka kampus yang bermutu baik.
Contohnya ialah Universitas Maritim Raja Ali Haji yang asetnya baru saja diserah terima. Dalam waktu tidak terlalu lama, Djoko berharap akan segera ada universitas negeri. ‘’Jika telah diresmikan, maka akan menjadi kampus negeri pertama di Kepulauan Riau,’’ paparnya.
Ketua Forum Rektor Indonesia, Edy Suandi Hamid pencapaian 25 persen tersebut sepertinya akan cukup sulit dicapai. ‘’Jika masih 20 persen akan cukup sulit dicapai, meski bukan tidak mungkin,’’ katanya.

http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/02/01/161877-pada-2014-sekitar-25-persen-usia-produktif-masuk-kampus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...