Langsung ke konten utama

Malaysia Minta Bantuan, Ini Tanggapan Garuda

VIVAnews - Pemerintah Malaysia berencana meminta bantuan pesawat milik PT Garuda Indonesia untuk mengangkut mahasiswa Malaysia yang ada di Mesir. Upaya tersebut dilakukan jika pesawat terbang maskapai Negeri Jiran itu tidak cukup untuk mengangkut warga negara Malaysia.

Berdasarkan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Anifah Aman, seperti dilansir dari harian The Star, Rabu, 2 Februari 2011, pemerintah Malaysia telah mengirimkan pesawat yang bertolak dari Kuala Lumpur ke Jeddah, selanjutnya menuju Mesir untuk menjemput para mahasiswa. Pemerintah Malaysia telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan Brunei Darussalam dalam proses evakuasi tersebut.

"Contohnya, Garuda sudah siap di bandara Kairo dan jika mereka punya kursi lebih, mereka dapat mengangkut warga Malaysia yang masih berada di bandara," ujar Aman.

Lantas, bagaimana tanggapan Garuda?
Humas PT Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, menjelaskan Garuda tidak mempunyai rute terbang dari Jakarta-Jeddah-Kairo. Garuda diminta oleh pemerintah terbang ke Mesir merupakan kewajiban sebagai maskapai pelat merah.
Penerbangan ini bukan komersial, karena di luar rute Garuda sehari-hari. "Ketika ada permintaan negara lain, pemilik kursi kan Setneg atau pemerintah. Garuda hanya sebagai operator," ujarnya kepada VIVAnews.com di Jakarta, Rabu, 2 Januari 2011.

Pemerintah menggunakan Garuda untuk mengangkut 6.000 WNI yang ada di Mesir. Jika kapasitas pesawat sekitar 400 penumpang, dibutuhkan sedikitnya 15 kali penerbangan. Selain Garuda, maskapai lain yang digunakan yaitu Lion Air dan Batavia Air. "Sistemnya seperti pemerintah menyewa pesawat," ujarnya.

Karena sistemnya sewa, maka penumpang ditentukan oleh sang penyewa atau dalam hal ini pemerintah. "Garuda hanya menerbangkan, terserah pemerintah mau diisi siapa," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menyatakan belum mengetahui adanya permintaan dari pemerintah Malaysia tersebut. "Memang tadi ada pembicaraan dengan menlu Malaysia? Saya belum tahu apa-apa," ujarnya.
Emir menjelaskan, Garuda akan kembali menerbangkan satu pesawat ke Mesir malam ini untuk mengevakuasi 390 warga negara Indonesia (WNI). (art)
• VIVAnews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...