Langsung ke konten utama

Jika Arema Gabung LPI, Aremania Akan Melawan

Wacana Arema akan gabung ke Liga Primer Indonesia (LPI) terus bergulir di Bhumi Arema. Terutama di telinga suporter setianya Aremania. Pasalnya, jika Arema pada nantinya bergabung ke LPI, Aremania siap berada di garda depan, pasang dada dan bertarung dengan pihak yang menyeret Arema bergabung ke LPI, yang digagas Arifin Panigoro itu.

Komitmen Aremania itu disampaikan ketua Assosiasi Merchandise Arema Indonesia (AMAI) Malang Raya, yang sekaligus Koorwil Aremania Tongan, Slamet Syamsul Karim, kepada beritajatim.com

Menurut Slamet, di telinga para Aremania sudah beberapa bulan ini wacana Arema akan gabung ke LPI itu. “Mendengar wacana itu, kami selaku ketua AMAI Malang Raya, yang dipercayai Aremania dari beberapa korwil, berkomitmen menolak Arema ikut LPI,” katanya bersemangat.

Komitmen itu akunya, Arema tetap setia harus mengikuti Indoensia Super League (ISL) yang resmi dikeluarkan oleh PSSI. “Satu komitmen Arema tetap harus ikut ISL. Tidak boleh ikut LPI, yang terkesan tandingan ISL itu,” ungkapnya.

Sebenarnya kata Slamet, sikap Arema sudah jelas menolak LPI. Hal itu terbukti dari pengembalian uang pinjaman dari Bank Saudara senilai Rp 1,5 miliar oleh pihak manajemen Arema. “Itu sudah bukti konkret dari manajemen. Jadi, sebenarnya sudah jelas, Arema tak akan gabung dengan LPI dan sudah jelas menolaknya,” katanya.

Kalau nantinya Arema harus bergabung kepada LPI jelas Slamet, Aremania akan akan meminta alasan jelas dari pihak manajemen Arema. “Namun, Aremania sudah komitmen, kalau Arema pada nantinya gabung dengan LPI, kami siap pasang dada dan siap tarung dengan oknum yang memprovokasi pihak manajemen,” jelasnya tegas dan lantang.

Upaya Arema diseret-seret untuk ikut LPI terang Slamet, karena melihat Arema dalam kondisi keuangan minus. “itu mungkin yang menjadi alasan pihak LPI terus mengklaim Arema ikut LPI. Namun, saat ini, hal itu tidak mungkin. Karena Arema sudah mulai dapat sponsor, seperti dari Ijen Nirwana,” katanya.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan, karena Arema sudah dapat sponsor dari Ijen Nerwana yang juga milik Abu Rizal Bakrie, alias Bakrie group, pihaknya yakin Arema tak akan tergoyahkan ikut LPI. “Apalagi Ijen Nirwana milik Bakrie, tak akan ikut LPI,” ungapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Irza, Korwil Jamaah Aremaniah Malang Selatan. Ia mengatakan, Aremania sudah tegas menolak LPI. “Arema tetap ikut ISL. Kalau ada yang ngisru, kami siap tawur dan perang,” katanya lantang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...