Langsung ke konten utama

Indonesia, Pertumbuhan Pesat Risiko Tinggi

Indonesia bertengger di nomor 32 negara dengan risiko tinggi pertumbuhan ekonomi.
VIVAnews - Maplecroft, sebuah firma analisis risiko dan pemetaan, meluncurkan Atlas Risiko Global 2011. Indonesia bertengger di nomor 32 negara dengan risiko tinggi pertumbuhan ekonomi.

Maplecroft mengevaluasi 175 negara di dunia dengan 32 'risiko global' yang bisa berdampak di kawasan dan sektor industri. Fokusnya pada tujuh "risiko global" yakni risiko makroekonomi, risiko keamanan, risiko pemerintahan, keamanan sumber daya, perubahan iklim, pandemi dan daya tahan masyarakat termasuk hak asasi manusia.

Dan posisi puncak negara paling berisiko alias risiko ekstrem adalah Somalia (1), Sudan (2), Afghanistan (3) dan Republik Demokrati Kongo (4) yang ditandai dengan pemerintahan lemah, konflik internal dan instabilitas kawasan.

Namun, beberapa negara dengan pertumbuhan positif ternyata masuk di jajaran risiko tinggi, mulai dari Nigeria (12), India (15, Filipina (17), Rusia (21) dan Indonesia (32). Filipina, Rusia dan India tinggi risiko globalnya karena faktor "risiko keamanan" yang tergolong ekstrem. Sementara Nigeria dan Indonesia "risiko tinggi" terkait risiko keamanan ini.

"Kunci untuk melihat pemahaman dan manajemen risiko global adalah melihat mereka saling terkait," kata analis Maplecroft, Siobhan Tuohy. "Sebagai contoh, konflik dan risiko stabilitas rejim akan naik jika dipicu isu berkaitan dengan kemiskinan, pengangguran dan keamanan makanan, seperti tampak di Timur Tengah saat ini."

Hal menarik terjadi di Korea Selatan yang bertengger di jajaran 144 Atlas Risiko Global. Korea Selatan sebenarnya 10 besar negara yang gampang terkena bencana, namun kestabilan pemerintahan, situasi makroekonomi dan daya tahan penduduknya yang memiliki akses baik atas kesehatan dan pengetahuan, membuat rankingnya baik.
• VIVAnews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...