Langsung ke konten utama

DPR Dengarkan BJ Habibie tentang Teknologi Dirgantara

JAKARTA--MICOM: Komisi I DPR mengundang pakar teknologi dirgantara yang juga mantan Presiden Prof BJ Habibie dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di gedung DPR Jakarta, Senin (31/1).

Dalam RDPU beragendakan pembicaraan tentang pengembangan industri pertahanan strategis nasional itu dibuka oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dan selanjutnya diserahkan kepada Ketua Komisi I Mahfud Siddiq.

"Kami berharap DPR bisa mendapatkan berbagai masukan yang berharga dari Bapak Habibie terkait bidang keahliannya selama ini," ujar Priyo.

Hal senada juga ditegaskan Mahfud Siddiq. Politisi PKS itu mengatakan bahwa pendapat dan pandangan-pandangan Habibie sangat dibutuhkan mengingat mantan Presiden RI tersebut merupakan salah satu sosok yang meletakkan fondasi bangunan kebangkitan teknologi Indonesia.

Diharapkan ke depan, kata Mahfud, Indonesia bisa memiliki industri strategis pertahanannya sekaligus mandiri dalam berbagai aspek yang mendukungnya. Berbagai pandangan Habibie itu juga dimaksudkan sebagai masukan untuk penyusunan RUU usul inisiatif DPR tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Industri Strategis untuk Pertahanan.

Habibie dalam pemaparannya di depan anggota DPR menceritakan tentang kondisi awal bangsa Indonesia yang mencoba bangkit dengan kemandirian teknologinya. Ketika dirinya dipanggil mantan Presiden Soeharto untuk membantu pembangunan Indonesia melalui pengembangan teknologi, pada hakikatnya Soeharto hanya melanjutkan pendahulunya, mantan Presiden Soekarno.

"Jadi tekad (saya) membangun industri strategis itu, bukan karena memenuhi panggilan Pak Harto, tapi karena Pak Harto itu ingin melanjutkan cita-cita Bung Karno agar bangsa ini unggul di pentas internasional," ujarnya. (Ant/OL-5)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...