Terdapat sekian banyak keindahan tanah air kita yang tercinta ini bahkan hingga diketahui di seluruh dunia seperti Raja Ampat, Bunaken, Kelimutu, Borobudur, dan sebagainya tetapi apakah kita tahu ada banyak lagi keindahan - keindahan di Indonesia yang wajib untuk kita gali lebih dalam lagi untuk mengetahui apa saja itu dan dimana letaknya...
Mari Kita Jalan-Jalan....Berangkat...
Dimulai dari Pulau Sumatera dan sekitarnya
1. Taman Nasional Gunung Leuser,NAD
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan pantai, dan hutan hujan tropika dataran rendah sampai pegunungan.
Hampir seluruh kawasan ditutupi oleh lebatnya hutan Dipterocarpaceae dengan beberapa sungai dan air terjun. Terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik.
Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional antara lain mawas/orangutan (Pongo abelii), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kambing hutan (Capricornis sumatraensis), rangkong (Buceros bicornis), rusa sambar (Cervus unicolor), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis sumatrana).
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir. Berdasarkan kerjasama Indonesia-Malaysia, juga ditetapkan sebagai “Sister Park” dengan Taman Negara National Park di Malaysia.
2. Danau Maninjau, Sumatera Barat
Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.
Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan.
Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.
Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.
3. Air Terjun Sembilan Tingkat, Bengkulu
Bengkulu (ANTARA News) – Curug (air terjun) Sembilan Tingkat masih menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Bengkulu Utara, provinsi Bengkulu yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun asing.
“Obyek wisata itu menjadi salah satu favorit para wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu, karena unik dan memiliki kekhasan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Edi Nevian di Bengkulu, Minggu.
Keunikan air terjun itu, yakni air yang mengalir dari atas bukit membentuk sembilan tingkatan, sangat berbeda dengan air terjun di tempat lain yang airnya jatuh lurus dari atas ke bawah.
Sekarang kita menyebrang ke Jawa dan Nusa Tenggara..
1. Gunung Rinjani
Kalo yang ini,,sudah pasti banyak yang tau..Tapi tak ada salahnya kalo kita melihat2 sebentar...
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726 m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara.
Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.
Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004.[1][2] Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak.[3] Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994.
Selain Gunung Barujari terdapat pula kawah lain yang pernah meletus,disebut Gunung Rombongan.
2. Ngada Old Village
Orang-orang Ngada Flores sentral, seperti suku-suku yang paling asli di Asia, produk dari sejarah panjang dan berbelit melibatkan kolonialisme, penaklukan dan migrasi. kebiasaan aneh mereka pemakaman dan pengorbanan binatang menghubungkannya dengan suku-suku di Sulawesi, Malaku dan Sumatra - dan bahkan sejauh Cina, Laos dan Myanmar - namun di sini mereka mengempaskan turun di tengah pulau Indonesia yang paling Katolik.
Luba, sebuah desa kecil sekitar 20 jerami, rumah kaku ditetapkan dalam konfigurasi bujur sangkar yang mengelilingi sebuah halaman pusat. halaman itu dipenuhi dengan makam leluhur penting mengangkat dan payung kanopi berbentuk jerami yang mewakili laki-laki - ngadhu. Bhaga, untuk mewakili, yang feminin mini mengukir rumah-rumah kecil yang duduk bertengger di atas rumah-rumah yang sebenarnya, bersama dengan gambar boneka kayu seperti laki-laki dan perempuan, yang mewakili keluarga baik lama meninggal dan baru-baru ini meninggal.
Di ujung desa ada Virgin Mary kuil di puncak bukit kecil yang menghadap ke puncak gunung berapi merokok dekat Wawo Muda dan jurang yang dalam di bawah ini. Tampilan, baik dari desa dan gunung, itu hati.
3. Taman Sari Water Palace, Jogjakarta
Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah sebuah situs bekas taman atau kebun istana (royal garden) Keraton Yogyakarta. Hal ini dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan "The Fragrant Garden" ini memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.
Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.
Sekarang kita langsung ke Timur Indonesia tepatnya di daerah Papua yang sekaligus menjadi tempat tujuan kita yang terakhir.
1. Cartenz Pyramid , Papua
Carstensz Pyramid (tidak harus bingung dengan Puncak Jaya - "Kemenangan Peak") adalah titik tertinggi di Oseania. Ini berdiri sendiri antara Himalaya dan Andes. Dengan demikian, membuatnya juga titik tertinggi antara belahan Timur dan Barat. Mengingat fakta bahwa itu adalah kurang tertinggi (4,884 m / 16,023 meter dpl) di antara Tujuh Summits Agung, tetapi itu adalah puncak-satunya yang membutuhkan teknik rock climbing keterampilan untuk skala itu.
Batu granit besar ini dikelilingi oleh keindahan pulau Papua, paling timur Indonesia (dahulu disebut Irian Jaya). Mereka keindahan terletak pada aspek bervariasi berupa tanah, tanaman dan kehidupan hewan, dan terutama, orang-orang.
Trekking ke Base Camp melalui rute klasik dari Ilaga akan memberikan pengalaman seumur hidup ekspedisi dengan menghadapi suku-suku yang sebagian besar dari mereka masih mempertahankan gaya hidup batu-usia.
. Lorentz National Park, Papua
Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu diantara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, dan lahan basah.
Suku Asmat terkenal dengan keterampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Batang pohon dilambangkan sebagai tubuh manusia, dahan-dahannya sebagai lengan, dan buahnya sebagai kepala manusia. Pohon dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka. Sistem masyarakat Asmat yang menghormati pohon, ternyata berlaku juga untuk sungai, gunung dan lain-lain.
Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1997, sehingga fasilitas/sarana untuk kemudahan pengunjung masih sangat terbatas, dan belum semua obyek dan daya tarik wisata alam di taman nasional ini telah diidentifikasi dan dikembangkan.
3. Raja Ampat
Yang ini juga udah sering dibahas...Kita review sejenak...
Raja Ampat, atau "Empat Raja," kepulauan meliputi lebih dari 9.8 juta hektar tanah
dan laut dari ujung barat laut Indonesia, Provinsi Papua Barat. Terletak di Segitiga Karang, jantung terumbu karang dunia keanekaragaman hayati, maka laut di Raja Ampat mungkin memegang berbagai spesies terkaya di dunia.
Pada tahun 2002, The Nature Conservancy dan para mitra lainnya mengadakan suatu penelitian ilmiah Kepulauan Raja Ampat untuk mengumpulkan informasi tentang ekosistem laut, bakau, dan hutan. Survei Raja Ampat membawa jumlah total dikonfirmasi 537 spesies karang yang luar biasa, 75% dari semua spesies karang yang dikenal. Selain itu, 899 spesies ikan yang tercatat, menaikkan dikenal total untuk Raja Ampat untuk 1.074 menakjubkan. Di darat, survei menemukan hutan subur, tanaman langka, batu kapur outcroppings, dan bersarang beachesfor ribuan kura-kura laut.
Meskipun dampak manusia di sini kurang parah daripada di tempat lain di Indonesia, Raja Ampat sumber daya alam yang terancam oleh lebih dari memancing dan penangkapan ikan yang merusak, penyu perburuan, dan penebangan yang tidak lestari. Pemerintah Indonesia baru-baru ini didirikan Raja Ampat sebagai unit administratif terpisah, yang akan memberikan mengatakan masyarakat yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam yang di atasnya tergantung mata pencaharian mereka. Struktur ini juga menawarkan kesempatan penting untuk memasukkan konservasi dalam perencanaan tata ruang yang baru dibentuk pemerintah daerah.
Untuk mengatasi masalah ini, TNC meluncurkan suatu proyek baru untuk melindungi Raja Ampat, bekerja dalam kemitraan erat dengan pemerintah dan masyarakat untuk: 1) memberikan kontribusi kepada konservasi rencana aksi komprehensif untuk melindungi Raja Ampat's karang dan hutan; 2) membantu memasukkan perlindungan laut pengelolaan kawasan ke dalam perencanaan jangka panjang dan kebijakan, dan, 3) membentuk suatu jaringan kawasan perlindungan laut Raja Ampat.
Lembaga Conservancy Tujuan utamanya adalah untuk melindungi Raja Ampat yang indah karang sementara mempertahankan mata pencaharian masyarakat lokal. Raja Ampat meliputi empat pulau besar: Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool, ditambah ratusan pulau kecil. Kepulauan adalah bagian dari daerah yang dikenal sebagai fungsional Kepala Burung pemandangan laut, yang juga mengandung Cenderawasih Bay, taman nasional laut terbesar di Indonesia.
Mari Kita Jalan-Jalan....Berangkat...
Dimulai dari Pulau Sumatera dan sekitarnya
1. Taman Nasional Gunung Leuser,NAD
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan pantai, dan hutan hujan tropika dataran rendah sampai pegunungan.
Hampir seluruh kawasan ditutupi oleh lebatnya hutan Dipterocarpaceae dengan beberapa sungai dan air terjun. Terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik.
Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional antara lain mawas/orangutan (Pongo abelii), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kambing hutan (Capricornis sumatraensis), rangkong (Buceros bicornis), rusa sambar (Cervus unicolor), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis sumatrana).
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir. Berdasarkan kerjasama Indonesia-Malaysia, juga ditetapkan sebagai “Sister Park” dengan Taman Negara National Park di Malaysia.
2. Danau Maninjau, Sumatera Barat
Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.
Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan.
Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.
Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.
3. Air Terjun Sembilan Tingkat, Bengkulu
Bengkulu (ANTARA News) – Curug (air terjun) Sembilan Tingkat masih menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Bengkulu Utara, provinsi Bengkulu yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun asing.
“Obyek wisata itu menjadi salah satu favorit para wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu, karena unik dan memiliki kekhasan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Edi Nevian di Bengkulu, Minggu.
Keunikan air terjun itu, yakni air yang mengalir dari atas bukit membentuk sembilan tingkatan, sangat berbeda dengan air terjun di tempat lain yang airnya jatuh lurus dari atas ke bawah.
Sekarang kita menyebrang ke Jawa dan Nusa Tenggara..
1. Gunung Rinjani
Kalo yang ini,,sudah pasti banyak yang tau..Tapi tak ada salahnya kalo kita melihat2 sebentar...
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726 m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara.
Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.
Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004.[1][2] Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak.[3] Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994.
Selain Gunung Barujari terdapat pula kawah lain yang pernah meletus,disebut Gunung Rombongan.
2. Ngada Old Village
Orang-orang Ngada Flores sentral, seperti suku-suku yang paling asli di Asia, produk dari sejarah panjang dan berbelit melibatkan kolonialisme, penaklukan dan migrasi. kebiasaan aneh mereka pemakaman dan pengorbanan binatang menghubungkannya dengan suku-suku di Sulawesi, Malaku dan Sumatra - dan bahkan sejauh Cina, Laos dan Myanmar - namun di sini mereka mengempaskan turun di tengah pulau Indonesia yang paling Katolik.
Luba, sebuah desa kecil sekitar 20 jerami, rumah kaku ditetapkan dalam konfigurasi bujur sangkar yang mengelilingi sebuah halaman pusat. halaman itu dipenuhi dengan makam leluhur penting mengangkat dan payung kanopi berbentuk jerami yang mewakili laki-laki - ngadhu. Bhaga, untuk mewakili, yang feminin mini mengukir rumah-rumah kecil yang duduk bertengger di atas rumah-rumah yang sebenarnya, bersama dengan gambar boneka kayu seperti laki-laki dan perempuan, yang mewakili keluarga baik lama meninggal dan baru-baru ini meninggal.
Di ujung desa ada Virgin Mary kuil di puncak bukit kecil yang menghadap ke puncak gunung berapi merokok dekat Wawo Muda dan jurang yang dalam di bawah ini. Tampilan, baik dari desa dan gunung, itu hati.
3. Taman Sari Water Palace, Jogjakarta
Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah sebuah situs bekas taman atau kebun istana (royal garden) Keraton Yogyakarta. Hal ini dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan "The Fragrant Garden" ini memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.
Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.
Sekarang kita langsung ke Timur Indonesia tepatnya di daerah Papua yang sekaligus menjadi tempat tujuan kita yang terakhir.
1. Cartenz Pyramid , Papua
Carstensz Pyramid (tidak harus bingung dengan Puncak Jaya - "Kemenangan Peak") adalah titik tertinggi di Oseania. Ini berdiri sendiri antara Himalaya dan Andes. Dengan demikian, membuatnya juga titik tertinggi antara belahan Timur dan Barat. Mengingat fakta bahwa itu adalah kurang tertinggi (4,884 m / 16,023 meter dpl) di antara Tujuh Summits Agung, tetapi itu adalah puncak-satunya yang membutuhkan teknik rock climbing keterampilan untuk skala itu.
Batu granit besar ini dikelilingi oleh keindahan pulau Papua, paling timur Indonesia (dahulu disebut Irian Jaya). Mereka keindahan terletak pada aspek bervariasi berupa tanah, tanaman dan kehidupan hewan, dan terutama, orang-orang.
Trekking ke Base Camp melalui rute klasik dari Ilaga akan memberikan pengalaman seumur hidup ekspedisi dengan menghadapi suku-suku yang sebagian besar dari mereka masih mempertahankan gaya hidup batu-usia.
. Lorentz National Park, Papua
Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu diantara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, dan lahan basah.
Suku Asmat terkenal dengan keterampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Batang pohon dilambangkan sebagai tubuh manusia, dahan-dahannya sebagai lengan, dan buahnya sebagai kepala manusia. Pohon dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka. Sistem masyarakat Asmat yang menghormati pohon, ternyata berlaku juga untuk sungai, gunung dan lain-lain.
Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1997, sehingga fasilitas/sarana untuk kemudahan pengunjung masih sangat terbatas, dan belum semua obyek dan daya tarik wisata alam di taman nasional ini telah diidentifikasi dan dikembangkan.
3. Raja Ampat
Yang ini juga udah sering dibahas...Kita review sejenak...
Raja Ampat, atau "Empat Raja," kepulauan meliputi lebih dari 9.8 juta hektar tanah
dan laut dari ujung barat laut Indonesia, Provinsi Papua Barat. Terletak di Segitiga Karang, jantung terumbu karang dunia keanekaragaman hayati, maka laut di Raja Ampat mungkin memegang berbagai spesies terkaya di dunia.
Pada tahun 2002, The Nature Conservancy dan para mitra lainnya mengadakan suatu penelitian ilmiah Kepulauan Raja Ampat untuk mengumpulkan informasi tentang ekosistem laut, bakau, dan hutan. Survei Raja Ampat membawa jumlah total dikonfirmasi 537 spesies karang yang luar biasa, 75% dari semua spesies karang yang dikenal. Selain itu, 899 spesies ikan yang tercatat, menaikkan dikenal total untuk Raja Ampat untuk 1.074 menakjubkan. Di darat, survei menemukan hutan subur, tanaman langka, batu kapur outcroppings, dan bersarang beachesfor ribuan kura-kura laut.
Meskipun dampak manusia di sini kurang parah daripada di tempat lain di Indonesia, Raja Ampat sumber daya alam yang terancam oleh lebih dari memancing dan penangkapan ikan yang merusak, penyu perburuan, dan penebangan yang tidak lestari. Pemerintah Indonesia baru-baru ini didirikan Raja Ampat sebagai unit administratif terpisah, yang akan memberikan mengatakan masyarakat yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam yang di atasnya tergantung mata pencaharian mereka. Struktur ini juga menawarkan kesempatan penting untuk memasukkan konservasi dalam perencanaan tata ruang yang baru dibentuk pemerintah daerah.
Untuk mengatasi masalah ini, TNC meluncurkan suatu proyek baru untuk melindungi Raja Ampat, bekerja dalam kemitraan erat dengan pemerintah dan masyarakat untuk: 1) memberikan kontribusi kepada konservasi rencana aksi komprehensif untuk melindungi Raja Ampat's karang dan hutan; 2) membantu memasukkan perlindungan laut pengelolaan kawasan ke dalam perencanaan jangka panjang dan kebijakan, dan, 3) membentuk suatu jaringan kawasan perlindungan laut Raja Ampat.
Lembaga Conservancy Tujuan utamanya adalah untuk melindungi Raja Ampat yang indah karang sementara mempertahankan mata pencaharian masyarakat lokal. Raja Ampat meliputi empat pulau besar: Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool, ditambah ratusan pulau kecil. Kepulauan adalah bagian dari daerah yang dikenal sebagai fungsional Kepala Burung pemandangan laut, yang juga mengandung Cenderawasih Bay, taman nasional laut terbesar di Indonesia.









Komentar
Posting Komentar