Langsung ke konten utama

Sinetron-Sinetron Indonesia yg Menjiplak Drama Asia

jujur, memalukan sebenarnya, tp gimana lagi mereka kurang kretif....

ini dia daftarnya :

:: Pengantin Remaja VS Little Bride

:: Benci Jadi Cinta VS My Love

:: Benci Bilang Cinta VS Princess Hour

:: Pangeran Penggoda VS Devil Besides You

:: Benar Benar Cinta VS Devil Besides You

:: Kau Masih Kekasihku VS At The Dolphin Bay

:: Penyihir Cinta VS Magicians of Love

:: Cowok Impian VS Itasura Na Kiss + Orange Boy (Bisa dilihat apabila pernah menonton keduanya)

:: Buku Harian Nayla VS One Litre of Tears

:: Putri Kembar VS Twins

:: Baby Doll VS Love Storm

:: Darling VS My Name Is Kim Sam Soon

:: Janji Jaya VS My Name Is Kim Sam Soon

:: Cinta Remaja VS My Sassy Girl

:: Cincin VS Beautiful Days

:: So What Gitu Lho!?! VS Friends

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...