Langsung ke konten utama

Siapa Investor Besar yang Siap Masuk RI


India berencana untuk berinvestasi senilai US$15 miliar atau Rp136,36 triliun.
VIVAnews - India diperkirakan masuk sepuluh besar negara penanam modal terbesar di Indonesia tahun ini. Negara tersebut berencana untuk berinvestasi senilai US$15 miliar atau sekitar Rp136,36 triliun.

"Kami sudah tanda tangani MoU (nota kesepahaman/memorandum of understanding) dengan 15 perusahaan. Saya inginnya tahun ini bisa terlaksana. Investasinya sendiri berlangsung selama 3-4 tahun," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan, di Jakarta.

Perusahaan India tersebut akan berinvestasi pada sektor infrastruktur seperti pembangunan bandar udara, pelabuhan, rel kereta api, dan pembangkit listrik.

Adapun perusahaan tersebut antara lain Adani dan Reliance Power yang akan berinvestasi pada pembangunan rel kereta api dan pelabuhan. Sementara itu, GVK Industries akan menanamkan modalnya pada pembangunan bandara udara. "Mereka tertarik membangun di pelabuhan udara Bali dan Yogya," ujar Gita.

Pemerintah sendiri saat ini berencana mengembangkan Bandara Ngurah Rai menjadi bandara internasional dengan areal seluas 120 hektare (ha) dan dapat segera dilaksanakan pada tahun ini. PT Angkasa Pura I menganggarkan dana Rp1 triliun.

Sementara itu, Tata Power akan menginvestasikan dananya pada pembangunan pembangkit listrik tenaga uap dan geothermal di Sumatera dan Jawa.

Seperti diketahui, sepanjang 2010, Singapura menanamkan dana sebesar US$2,3 miliar pada 157 proyek. "Mereka kecil-kecil tapi stabil investasinya," ujar Gita.

Urutan kedua adalah Inggris senilai US$0,2 miliar pada 84 proyek. Disusul, Jepang dengan US$0,1 miliar pada 151 proyek, lalu Belanda sebesar US$0,1 miliar pada 44 proyek.

Korea Selatan masuk pada jajaran lima terbesar. Masuknya Negeri Ginseng itu merupakan yang pertama kali dengan nilai investasi US$0,1 miliar pada 143 proyek. Korea Selatan menanamkan dana terbesar melalui dua perusahaannya yaitu Posco dan Hankook Tire. (art)
• VIVAnews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...