Langsung ke konten utama

"Seharusnya Malaysia yang Masuk Riau"

"Seharusnya Malaysia yang Masuk Riau"
JAKARTA - Klaim soal kepemilikan sebagian wilayah Sumatera oleh seseorang beridentitas Mohd Am, terbantan sudah oleh sejarawan Indonesia. Tak ada sejarahnya Johor berhak atas Sumatera termasuk Riau.
Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Asvi Warman Adam menjelaskan Malaysia adalah bagian dari jajahan Inggris. Sementara Indonesia pernah dijajah Belanda.
Kedua negara kolonial itu pada 1824 untuk berepakat menukar wilayah jajahan demi efektivitas mengontrol wilayah yang mereka kuasai.
"Enggak ada itu, yang ada pertukaran antara Inggris dengan Belanda yaotu antara Singapura dengan Bengkulu. Bengkulu yang dulu milik Inggris ditukar dengan Singapura. Tidak ada Johor menjajah Sumatera," jelas Asvi saat berbicang dengan okezone, Jumat (28/1/2011).
Dia melanjutkan, memang terjadi hubungan antara Johor dengan sebagian wilayah Sumatera saat itu, namun tidak lebih dari sekadar perdagangan dan budaya.
"Waktu itu ada hubungan perdagangan saja. Biasa kan saat zaman itu kerajaan saling berkunjung. Tapi tidak ada klaim kepemilikan wilayah," sambungnya.
Jika dikaitkan dengan budaya Melayu, lanjut dia, seharusnya Indonesia yang berhak mengklaim. Pasalnya pusat budaya Melayu berada di Riau. "Kalau kami menganggap Melayu di Riau bukan di Malaysia. Kalau gitu anggap yang di Malaysia harusnya masuk ke pusat Melayu, yaitu di Riau. Bukan justru mereka yang klaim," tegasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...