Langsung ke konten utama

SBY Datang, India-Indonesia Siap Teken 34 MoU


India berpotensi berinvestasi dalam industri kelapa sawit, pengolahan makanan&kereta api.

VIVAnews - India dan Indonesia akan menandatangani 34 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), yang terdiri dari kerja sama bisnis dan investasi saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi India.

140 perwakilan bisnis akan menyertai Yudhoyono, yang akan memulai kunjungan selama tiga hari sejak 24 Januari 2011, untuk mengeksplorasi potensi investasi Indonesia di India.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk India, Andi M Ghalib kepada IANS, MoU lainnya akan mencakup kerja sama dalam memerangi teror, ekstradisi, pencucian uang, pertukaran informasi tentang kegiatan kriminal, budaya dan pendidikan.

Dia menambahkan, lima perusahaan bisnis terbesar di India, termasuk Tata and Anil Ambani Dhirubhai Group, telah berkomitmen berinvestasi di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$20 miliar yang akan dilakukan tahun ini.

"Mereka akan menambah usaha dengan perusahaan lain seperti Essar dan Jindal yang sudah beroperasi di Indonesia," ujar Ghalib.

Sementara itu, sejauh ini, Indorama, sebuah perusahaan tekstil dan Harmony (perusahaan sabun) merupakan salah satu dari sedikit merek Indonesia yang sudah beroperasi di India. Sementara itu, Mayora, tengah menyiapkan unit pengolahan makanan dekat Chennai.

Lebih dari 10 menteri, menurut Ghalib, akan turut dalam 325 orang dalam rombongan presiden yang akan mengunjungi India.

Ghalib mengakui, Indonesia melihat India memiliki pasar yang menjanjikan dan besar, dengan daya beli masyarakat mencapai sekitar 330 juta penduduk kelas menengah.

Selain itu, India berpotensi berinvestasi dalam industri kelapa sawit Indonesia, pengolahan makanan, kereta api, dan pembangunan pelabuhan. Sedangkan, investasi langsung asing (FDI) dari Indonesia berada di energi non-konvensional, konstruksi, informasi dan penyiaran, serta pembangkit listrik.

Ghalib mengutip Menteri India Kamal Nath, yang meramalkan India akan menjadi investor terbesar di Indonesia dalam tujuh tahun ke depan. "Aku percaya padanya," kata dia.

Indonesia adalah mitra dagang terbesar ketiga India di kawasan ASEAN. Perdagangan kedua negara ditargetkan bisa mencapai US$25 miliar pada 2015. Diketahui, perdagangan itu naik dari hanya US$4 miliar pada 2005 menjadi US$14 miliar pada 2010. "Memang, target US$10 miliar telah dicapai di 2008," ujar Ghalib.

Sementara itu, Indonesia juga sedang mencari fasilitas belajar bahasa Inggris dari India, selain institusi pendidikan tinggi.

Perluasan kerja sama pertahanan juga termasuk. Namun, utusan yang membahas soal itu tak akan datang, seperti umumnya terjadi dalam hal-hal yang berhubungan dengan keamanan.

Presiden Yudhoyono bersama istri, Ani Bambang Yudyono diperkirakan tiba di India Selasa 25 Januari. Presiden Indonesia akan menjadi tamu utama dalam acara Peringatan Hari Kemerdekaan India.

Menurut Ghalib, kunjungan Indonesia Ini akan menjadi kunjungan kedua sejak 2005. Pada kunjungan di tahun 2005 lalu, Indonesia dan India membangun kelompok kerja bersama dalam memberantas terorisme. "Indonesia ingin mengulangi kemitraan strategis dengan India melalui penandatanganan MoU," ujarnya.(np)
• VIVAnews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...