Langsung ke konten utama

PSSI Sudah Ditunggangi Kepentingan Politik

AKARTA, KOMPAS.com - PSSI telah ditunggangi kepentingan politik. Ini merupakan tanggapan pengamat sepak bola Ari Junaedi terhadap klaim Ketua PSSI, Nurdin Halid, yaitu keberhasilan tim nasional masuk final Piala AFF 2010 merupakan karya Partai Golkar.

"Hal ini makin menunjukkan kalau PSSI memang menjadi ajang kepentingan-kepentingan politik terutama invansi partai Golkar ke tubuh PSSI," jelas Ari kepada Kompas.com, Rabu (19/1/2011).

Dikatakan Ari, motivasi para politisi yang berkecimpung khususnya di PSSI dan umumnya dunia olahraga patut diwaspadai. Sebab, menurutnya, kondisi tersebut sangat tidak menguntungkan bagi perkembangan olahraga itu sendiri.

"Cukup sudah bagi Nurdin untuk menghentikan cara-cara politis di tubuh PSSI. Saatnya nanti para pemilik suara di Kongres PSSI untuk menggunakan nuraninya guna memilih sosok yan peduli dengan kemajuan sepakbola," tegas Ari.

Lebih lanjut, Ari menilai Nurdin tidak pantas lagi menjabat ketua umum mengingat tidak ada satu pun prestasi yang membanggakan semenjak dipimpinnya.

"Marilah semua pihak menggelar istigosah agar Nurdin dan antek-anteknya tidak lagi duduk di kepengurusan PSSI. Bukankah cara istigasah dilakukan Nurdin menjelang final Piala AFF lalu," tukas Ari.

Klaim Nurdin soal peran Partai Golkar dalam sepak bola nasional itu disampaikan Nurdin di depan ratusan kader dan simpatisan Golkar Sulawesi Tengah, dalam acara deklarasi pasangan calonAminuddin Ponulele-Luciana Bacule, calon gubernur dan wakil gubernur Sulteng, Selasa (18/1/2011).

“Partai Golkar adalah partai karya, sehingga setiap kader Golkar harus memberi kontribusi terbaik bagi tanah air di manapun mereka berada, termasuk saya sebagai kader Golkar berbuat untuk PSSI,” ujar Nurdin saat itu.

“Banyak cercaan yang dialamatkan kepada saya terkait kepemimpinan di PSSI. Namun mereka mengelu-elukan timnas saat berlaga di lapangan. Padahal keberhasilan timnas tersebut tak lepas dari kepemimpinan saya di PSSI.” tambahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...