Langsung ke konten utama

Penerimaan Bintara Pria dan Wanita TNI AU

Info lebih lanjut klik di sini bos

TNI Angkatan Udara memberi kesempatan kepada para pemuda/pemudi Indonesia menjadi prajurit TNI Angkatan Udara melalui pendidikan Bintara Prajurit Karier Pria dan Wanita.

Pendaftaran dimulai tanggal 1 Februari sampai 4 Maret 2011 di Pangkalan TNI Angkatan Udara di seluruh Indonesia dengan sistem rayonisasi. Untuk pendaftaran prajurit Bintara pria dapat dilakukan di Lanud Halim Perdanakusuma (Jakarta), Lanud Suryadarma (Subang), Lanud Husein Sastranegara (Bandung), Lanud Adisucipto (Yogyakarta), Lanud Iswahjudi (Madiun),

Lanud Abdulrachman Saleh (Malang), Lanud Surabaya, Lanud Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Lanud Pekanbaru (Riau), Lanud Medan (Sumut), Lanud Palembang (Sumsel), Lanud Sukani (Cirebon)

Selain itu pendaftaran juga dilakukan di Lanud Supadio (Pontianak), Lanud El Tari (Kupang), Lanud Rembiga (Mataram), Lanud Ngurah Rai (Denpasar). Lanud Sultan Hasanuddin (Makassar), Lanud Wolter Monginsidi (Kendari), Lanud Balikpapan (Kaltim), Lanud Pattimura (Ambon) dan Lanud Jayapura (Papua).

Sedangkan pendaftaran Bintara prajurit Wanita dapat dilakukan di Lanud Halim Perdanakusuma (Jakarta), Lanud Husein Sastranegara (Bandung), Lanud Medan Sumut), Lanud Adisucipto (Yogyakarta), Lanud Abdulrachman Saleh (Malang) serta Lanud Sultan Hasanudin (Makassar).

Persyaratan pria/wanita belum menikah dan bukan prajurit TNI/Polri dan PNS, usia antara 18 tahun sampai 22 tahun, tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita serta berbadan sehat. Lulus Sekolah Menengah Umum, Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan berkelakuan baik yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Bagi pria berijazah Sekolah Menengah Umum / Madrasah Aliyah IPA, SMK bidang keahlian teknik/teknologi, Sekolah Menengah Musik dan Paramedis. Untuk Wanita berijazah SMA, MAN semua jurusan, SMK jurusan perkantoran, tata boga, akutansi, manajemen dan paramedis. Dengan melengkapi ijazah SD, SLTP, SLTA, dan DANEM/SKHUN asli serta foto kopi yang telah dilegalisir oleh sekolah atau Diknas Kota/Kabupaten.

Calon datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan menunjukan dokumen asli dan menyerahkan masing-masing 2 lembar fotokopi yang telah dilegalisir pejabat berwenang berupa Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir dan KTP serta pas photo hitam putih ukuran 4 X 6 sebanyak 20 lembar dan 2 X 3 sebanyak 15 lembar (tidak berkacamata dan tutup kepala) dengan melampirkan negatif foto/CD. Selama mengikuti rangkaian kegiatan pendaftaran, pengujian dan pemeriksaan para calon prajurit tidak dipungut biaya apapun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...