Langsung ke konten utama

Norwegia sangat tertarik investasi di Kalteng

berita2.com (Palangka Raya): Setelah India rencana menanam modal investasi untuk kalteng, sekarang giliran Norwegia. hal ini dikatakn Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang, Jumat(28/1/2011) siang, bertemu dengan REDD+, Kuntoro Mangkusubroto. Teras didampingi Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Eivind S. Homme.

Kedatangan nya kata Teras atas undangan Ketua Satgas REDD+ yang juga Ketua UKP4 untuk menghadiri Hight Level Meeting bersama Dubes Norwegia untuk Indonesia Eivind S. Homme di Kantor UKP4 Jakarta dalam minggu ini.

Humas dan Protokol Setdaprov Kalteng menyebutkan , hight level meeting tersebut dibicarakan mengenai kerja sama Pemerintah Provinsi (pemprov) Kalimantan Tengah dengan Satgas REDD+ dalam semangat kemitraan untuk menyukseskan Kalimantan Tengah sebagai provinsi percontohan implementasi REDD+.

Kunjungan Satgas REDD+ ke Kalimantan Tengah (Kalteng) selam 3 hari ini yaitu tanggal 28-30 Januari ini,  Pemprov Kalteng langsung berkunjung ke lapangan untuk mengumpulkan data untuk mempelajari perkembangan yang telah terjadi.

Dubes Norwegia sangat senang dengan langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Pemprov Kalteng untuk suksesnya program ini. Dalam pertemuan tersebut tidak hanya membicarakan tentang lingkungan hidup tetapi Norwegia juga akan membantu Pemprov Kalteng dalam menjalankan pemerintahan yang baik dan membantu kehidupan sosial masyarakat Kalteng.

Tak cuma hanya itu, Dubes Norwegia mengundang tim dari Kalteng berkunjung ke Norwegia untuk melihat secara langsung tentang pengelolaan perekonomian yang maju, hutan yang lestari dan kehidupan masyarakat yang makmur.

Rencananya, Februari 2011, Dubes Norwegia Eivind S. Homme bersama tim akan berkunjung ke Palangkaraya dan beberapa Kabupaten di Kalteng yang akan ditentukan kemudian.

Kuntoro Mangkusubroto, selaku Ketua Satgas REDD+ berharap kerjasama di Kalteng benar-benar ditingkatkan sampai ke tingkat bawah, bukan hanya di tingkat Kabupaten/Kota tetapi sampai ketingkat Desa/Kelurahan.

Tujuan yang paling utama adalah Reducing Emissions from Deforestation and Degradation (REDD) plus  untuk mengurangi emisi dengan cara memelihara dan memperbaiki hutan yang ada. seba Kalteng adalah provinsi yang dipilih melaksanakan program ini di Indonesia. Selain akan dibantu pendanaan untuk memelihara hutan, Kalteng juga akan mendapatkan kompensasi dari perdagangan karbon. (koko)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...