Langsung ke konten utama

Malaysia, Indonesia Can Propel Asean To Become Third Economic Force

BANDUNG, Jan 28 (Bernama) -- Malaysia and Indonesia can propel Asean to become the third economic force in Asia as they have advantageous factors in terms of both total population and development plans.

"Malaysia and Indonesia represent 44 percent of 600 million population in Asean. Asean becomes a region with rapid growth in creating middle income group.

"Our total GDP is 51 percent of Asean GDP which means Malaysia and Indonesia can play a role to propel Asean itself to become the third economic force in Asia," said Malaysia's Second Finance Minister Datuk Seri Ahmad Husni Mohamad Hanadzlah after opening the Malaysia-Indonesia Economic Seminar (SEMI 10) here Friday.

In the context of Malaysia, he said, the country was in the process to transform its economy from middle income to high income.

"This means we will shift our economic structure to an economy with high added value and based on creative and innovative values," he added.

Meanwhile, Indonesia was a country in the category of highly populated economy with the potential to have quite a big transitional development value and quite a big economies of scale, he said.

"If joint together, it will become a major concentration to Asean growth and Asean, meanwhile, has ties in Asean plus three. So, the potential to become the third economic force is quite high," he said.

Total trade between Malaysia and Indonesia up to October last year was US$12.1 billion in favour of Indonesia.

SEMI 10, themed "the Role of Malaysia and Indonesia In the Asean Economic Integration", is the second event organised by the Malaysia-Indonesia Journalists Friendship Alliance (ISWAMI).

The first was held in Kuala Lumpur in December 2009 and opened also by Ahmad Husni.

At Friday's event, Ahmad Husni witnessed the signing of a memorandum of understanding for a collaboration in business networking between Malaysian and Indonesian entrepreneurs and the pre-launch of ISWAMI's book titled "Wajah-Wajah Malaysia-Indonesia".

About 400 people took part in SEMI 10. They included senior journalists and entrepreneurs from both countries. Most of the entrepreneurs are involved in food and beverage, beauty and body care products, and textile and fashion.

Malaysian singer-turned-cosmetic-entrepreneur Datuk Siti Nurhaliza Tarudin was among the speakers.

-- BERNAMA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...