Langsung ke konten utama

Malaysia, Dijajah atau Jadi Penguasa?

Arpan Rachman - Okezone
Ilustrasi bendera Indonesia-Malaysia (Foto: Ist)
PALEMBANG - “Sumatra itu milik Malaysia,” kata Mohd Am, admin pada Malaysia Forum, sejak 12 Desember lalu. Mungkin ya inilah jadinya kalau bekas bangsa terjajah mengklaim diri sebagai penguasa.

Klaimnya berbunyi seperti ini:

Kerajaan Johor berjaya mengembangkan ekonominya dan menjadi kuasa politik terpenting sesuai dengan lokasinya di laluan perdagangan timur-barat. Di zaman kegemilangan Johor, negeri ini pernah menjadi sebuah empayar besar yang mana kekuasaannya mewarisi sebahagian jajahan takluk Melaka. Empayar Johor termasuklah sampai ke Terengganu di semenanjung, kepulauan Riau-Lingga dan sebahagian pantai timur Sumatera. Bagaimanapun, Johor gagal membebaskan Melaka biarpun telah berperang dengan Portugis selama 130 tahun sepanjang penjajah itu menguasai Selat Melaka.
Sedangkan, simpulnya, sebagai berikut:

Berdasarkan fakta historik ini adalah jelas bahwa Riau-Lingga dan sebahagian besar Sumatera itu adalah Jajahan Johor.. itu Malaysia sekarang.. Jadi sumatera itu harus balik kepada asalnya iaitu termasuk dalam provinsi Johor Malaysia..tetapi penjanjian inggeris-belanda telah memecahkan kawasan jajahan Johor iaitu Riau-Lingga dan sebahagian besar Sumatera.. Sekian terima kasih.

Percobaan mengklaim sejarah yang dilakukan melalui Malaysia Forum dengan trend topic yang memuat sebanyak 11.338 komentar hingga traffic pada pukul 14.30 WIB Kamis (27/1/2011) itu sama sekali tidak dapat dibenarkan. Apa pasalnya?

“Karena pada abad ke-16, sejak 1511 Malaka dikuasai Portugis, pada saat itu kedudukan penguasa lokal di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Malaysia termasuk Malaka dan Johor berposisi setara dengan wilayah-wilayah lain di Sumatra dan sekitarnya termasuk Riau dan Lingga,” kata Kemas Ari, Sekretaris Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Sumatra Selatan (Sumsel) saat dihubungi okezone di Palembang, Kamis (27/1/2011).

Dijelaskan, peranan penting pada abad 16 hingga 17 di sekitar semenanjung Malaya justru dimainkan Kerajaan Aceh yang tidak pernah takluk kepada Portugis. “Kesetaraan itu juga akibat politik dari sikap Kerajaan Aceh yang menguasai Selat Malaka, tetapi tidak mau menjajah kawasan-kawasan di sekitarnya termasuk,” tanggap Kemas.

Jadi, bagaimana klaim bahwa Sumatra itu milik Malaysia? “Bagaimana mengklaim kepemilikan Sumatra sementara Malaka saja diduduki Portugis. Saat itu mereka dijajah atau jadi penguasa?!” tandas Ari memungkas pertanyaan.(kem)

Komentar

  1. emang malingsia gak tau malu,
    dan tidak pernah belajar sejarah

    mungkin kalau masih ada Bung KARNO
    malingsia tidak akan berani

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...