Langsung ke konten utama

Indonesia-Malaysia

Letak Malaysia adalah disebelah Utara Indonesia. Garis perbatasannya bertetangga langsung dengan Indonesia. Penduduknya juga satu rumpun dengan penduduk Indonesia yang sama-sama Melayu. Oleh karena itu politik luar negeri R.I. secara jelas menyatakan bahwa hubungan Indonesia dengan Malasyia harus didasarkan dengan politik bertetangga baik (good neighbor policy) yang didukung dengan semangat kerjasama ASEAN. Meskipun demikian secara jelas masyarakat Indonesia mengikuti serangkain masalah yang dihadapi Indonesia berkaitan dengan kejadian-kejadian yang merugikan Indonesia. Kejadian-kejadian itu antara lain meliputi :
  1. Penganiayaan TKI di Malaysia
  2. Perdagangan wanita-wanita Indonesia dijadikan pelacur-pelacur muda
  3. Menampung kayu-kayu yang ditebang secara illegal
  4. Menyebut orang-orang Indonesia sebagai “Indon”
  5. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dipelintir dengan kata-kata menghina
  6. Ada tumpang tindih claim atas perairan Ambalat
Bertalian dengan kejadian-kejadian tersebut, elite Indonesia sebagian besar menghendaki penyalesaian masalahnya dilakukan melalui cara diplomasi. Di sebabkan karena diplomasi tersebut adalah suatu alat yang dilakukan suatu Negara untuk mencapai tujuan politik luar negerinya, sebagai contoh dalam kasus diatas Indonesia dengan Malaysia. Diplomasi tersebut dapat diartikan sebagai hubungan antar Negara yang mengedepankan kepentingan suatu Negara melalui negosiasi dengan cara damai apabila mungkin, dalam berhubungan dengan negara lain. Jika cara damai gagal untuk memperoleh tujuan yang diinginkan, diplomasi mengizinkan penggunaan ancaman atau kekuatan nyata sebagai cara untuk mendapatkan tujuannya. Dan tujuan politik dari diplomasi itu adalah pengamanan kebebasan politik dan integritas teritorialnya, mencegah negara-negara lain bergabung melawan suatu negara tertentu, memobilisasi pendapat umum dunia kedalam pihaknya untuk membenarkan tindakannya, tujuan politik tersebut harus seimbang dengan sumberdaya dan powernya, efektifitas diplomasi bergantung pada kekuatannya, dan mencapai tujuan secara damai.
Dalam kasus-kasus yang terjadi diatas, penyelesaian masalah yang dapat dilakukan oleh Indonesia untuk menghendaki masalah itu ialah Indonesia dapat mengambil langkah-langkah diplomasi seperti negoisasi dan pembukaan hubungan diplomatik bilateral dengan kebijakan dalam menjaga kesinambungan dan pemantapan peran politik luar negeri dan kerja sama internasional antara lain adalah meningkatkan kualitas diplomasi Indonesia dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional, melanjutkan komitmen Indonesia terhadap pembentukan identitas dan pemantapan integrasi regional khususnya di ASEAN, dan menegaskan pentingnya memelihara kebersamaan, multilateralisme, saling pengertian dan perdamaian dalam politik dan hubungan internasional.
Perbedaan antara diplomasi dengan politik luar negeri yakni politik luar negeri suatu kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka hubungannya dengan dunia internasional dalam usaha untuk mencapai tujuan nasional. Politik luar negeri atau kebijakan luar negeri tidak terlepas dari berbagai perkembangan keadaan nasional dan internasional, bahkan politik luar negeri (Polugri) merupakan cerminan dari kebijakan dalam negeri yang diambil oleh Pemerintah. Sedangkan diplomasi itu sendiri ialah hubungan antar Negara yang mengedepankan kepentingan suatu Negara melalui negosiasi dengan cara damai apabila mungkin, dalam berhubungan dengan negara lain. Jika cara damai gagal untuk memperoleh tujuan yang diinginkan, diplomasi mengizinkan penggunaan ancaman atau kekuatan nyata sebagai cara untuk mendapatkan tujuannya. Dan diplomasi itu adalah alat untuk mencapai tujuan politik luar negeri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...