Langsung ke konten utama

Indonesia Buka 21 Hubungan Diplomatik 2011

Jakarta- Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan bahwa pada 2011 Pemerintah Indonesia akan memulai proses pembukaan hubungan diplomatik dengan 21 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). "Tentunya, Indonesia selama ini telah menjalin kerjasama yang erat dengan negara-negara tersebut, terutama dalam kerangka multilateral. Dengan dibukanya hubungan diplomatik dengan ke-21 negara PBB dimaksud, maka Indonesia secara formal akan memiliki hubungan diplomatik dengan seluruh negara anggota PBB yang berjumlah 192 negara, kecuali Israel," kata Menlu dalam Pernyataan Pers Tahunannya di Gedung Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat.


Sekali pun tidak menyebutkan secara rinci ke-21 negara tersebut, Menlu menegaskan bahwa upaya untuk melakukan konsolidasi dan memperdalam hubungan bilateral dengan berbagai negara merupakan salah satu prioritas kebijakan luar negeri pada 2011. Pada kesempatan itu Menlu juga menyebutkan bahwa pada 2010 Indonesia telah membuka 10 perwakilan Republik Indonesia di negara sahabat dan satu Perwakilan Tetap RI untuk ASEAN di Jakarta.

Kesebelas Kantor Perwakilan RI yang diresmikan adalah KBRI Baku (Azerbaijan), KBRI Manama (Bahrain), KBRI Sarajevo (Bosnia dan Hezergovina), KBRI Quito (Ekuador), KBRI Astana (Kazakhstan), KBRI Zagreb (Kroasia), KBRI Muskat (Oman), KBRI Panama City (Panama), KBRI Maputo (Mozambik), KRI Tawau (Malaysia) dan PTRI ASEAN di Jakarta. Dengan penambahan 11 perwakilan tersebut maka kini Indonesia memiliki 130 perwakilan di luar negeri, kata Menlu.

Kemlu, kata Marty akan memulai pelaksanaan politik luar negeri di 2011 dengan mengidentifikasi peluang dan kemungkinan-kemungkinan baru. Diplomasi akan diarahkan untuk mengatasi tantangan dan menciptakan peluang. "Diplomasi akan memajukan pendekatan yang prinsipil, visioner namun pragmatis guna memberikan kontribusi dalam mempertahankan kepentingan nasional serta keamanan dan kemakmuran Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Menlu, pada 2011Kemlu akan melakukan konsolidasi dan semakin memperdalam hubungan bilateral dengan berbagai negara. Fokus utamanya akan diberikan pada upaya meningkatkan hubungan antara masyarakat dan mempertajam diplomasi ekonomi. Pernyataan pers tahunan Menlu itu dihadiri oleh antara lain Dr. Alwi Shibab (Menlu periode 1999-2001), Dr. N. Hassan Wirajuda (Menlu periode 2001-2009), Joop Ave (Menparpostel periode 1993-1998), Agus Gumiwang (Wakil Ketua Komisi I DPR RI) dan Sidharto Danusubroto (Wakil Ketua BKSAP DPR RI) serta sedikitnya 340 undangan dari kalangan media, diplomatik, akademisi, instansi pemerintah serta pejabat Kemlu. Antara Mazpri VOI News

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...