Langsung ke konten utama

Indonesia bakal mandiri Titanium

India Investasi US$ 850 Juta Untuk Industri Titanuim RI
Angga Aliya - detikFinance

Jakarta - Trimex Sands, salah satu bagian dari konglomerat internasional di industri mineral berat, Trimex Group asal India, akan membangun komplek titanium terpadu dengan memanfaatkan sumber daya mineral berat di Indonesia. Nota kesepahaman sudah ditandatangani oleh pemerintah Indonesia di New Delhi, India.

Lokasi proyek yang bernilai US$ 800-850 juta itu akan disesuaikan dengan tempat sumber daya titanium di Indonesia dan memungkinkan pemerintah untuk memajukan sejumlah daerah yang belum berkembang. Proyek ini akan dilakukan dalam tiga tahap dan memakan waktu hingga 10 tahun.

Proyek tersebut akan mencakup kegiatan penambangan dan pemisahan mineral, ilmenite dengan nilai tambah pada terak titanium, pigmen titanium dioksida, produksi ti metal, dan produksi sejumlah mineral terkait lainnya dari lokasi sumber daya. Mineral-mineral ini akan digunakan terutama untuk dijual secara komersil dan konsumsi dalam negeri.

"MoU dengan Trimex Sands merupakan hasil timbal balik untuk mengembangkan dan melaksanakan pemanfaatan sumber daya alam di kawasan ini dan meningkatkan industrialisasi," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Selasa (25/1/2011).

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber ilmenite yang besar, sekitar 40 juta ton. Namun, selama ini kita masih impor sekitar 46.000 ton pigmen titanium dioksida.

Dengan adanya usulan proyek ini maka akan menjamin pasokan secara teratur dibarengi harga yang ekonomis juga mengurangi ketergantungan impor.

Tahap pertama proyek ini akan dimulai Juli 2011 hingga Juli 2013 dengan nilai investasi sekitar US$ 150-200 juta. Pada tahap ini, pabrik akan mulai memproduksi pigmen titanium dioksida yang banyak digunakan berbagai industri, seperti cat, keramik, kertas dan plastik.

Hampir 1.000 lapangan kerja baru akan tersedia selama pengerjaan tahap pertama proyek ini. Sementara tahap kedua akan mencakup produksi terak titanium.

Tahap ketiga, Trimex akan berkonsentrasi pada produksi logam titanium dan peningkatan kemampuan produksi pabrik pigmen titanium dioksida. Dua tahap terakhir membutuhkan dana sekitar US$ 600-650 juta.

"Perekonomian Indonesia sedang menggembirakan dan diharapkan terus tumbuh 6-6,5% per tahun. Pabrik titanium terpadu ini akan membantu Indonesia memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan membuka lapangan kerja baru," kata Chairman Trimex Group Prasad Koneru.

Proyek ini diperkirakan dapat menghasilkan lapangan kerja langsung kepada hampir 2.000 orang dan tak langsung kepada sekitar 4.500 orang.
(ang/dnl) http://www.detikfinance.com/read/201...im-ri?f9911033

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia. Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen. Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010. "Itu peningkatan uang yang teramat ...

Kalkulator Energi Buatan Dalam Negeri

KOMPAS.com — Kesulitan pemenuhan kebutuhan energi bukan hanya soal keterbatasan sumber daya dan teknologi, melainkan juga soal semakin tingginya permintaan energi itu sendiri. Betapapun melimpah sumber energinya, jika tak dibarengi dengan upaya efisiensi energi, sumber daya tersebut tetap akan terbatas. Peneliti Pusat Ilmu Komputer (Puslim) Universitas Indonesia beserta anggota tim lainnya yang bekerja sama dengan Danish International Development Assistance, Denmark, mengajak kita semua untuk mulai berhitung dengan seluruh energi yang digunakan, terutama energi listrik. Mereka mengembangkan kalkulator energi yang bisa diakses di portal www.konservasienergiindonesia.info . Zaki Rahman dari Puslim UI, dalam presentasinya di acara peluncuran Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI), hari ini (4/3/2011) di JW Marrriot Jakarta, mengatakan, "Kalkulator energi ini bisa menghitung konsumsi energi listrik, distribusi energinya ke mana saja, dan bagian-bagian ...