Heyy,.. Ihwal kamu,
Hari ini aku kecolongan cemburu yang sampai menyakitimu,.
Maaf, bukan maksudku sama sekali menyakitimu seperti itu, sejenak logikaku sempat hilang, menjadi emosi cemburu, lalu menyakitimu...
Hey,
Mungkin aku mengukur rasio cintaku hanya lewat hati, bukan logika, sehingga aku menyakitimu lewat emosi bukan realita.
Kalau boleh jujur, mungkin aku terlalu mencemburuimu. Bahkan jarak dudukmu saja sudah membuat aku resah, belum lagi supel dan ramah mu.
Setauku, mencintai itu mencemburui, maaf kalo takarannya melimpah yang bahkan logikaku pun tidak mampu membendungnya.
Aku akan belajar, mencemburuimu pada nilai minimal, atau bahkan nol. Kalaupun tidak bisa, akan ku coba, sampai pada batas tidak menghakimimu atas hal-hal yang akupun tidak tau adanya.
Hari ini, melihatmu seperti itu, aku sangat sakit. Walau secercah, aku ingin melihat senyummu. Sebentar saja, lalu pulang......, Karena aku menunggumu untuk itu, tapi kamu masih "menata hati", dua kata yang menghancurkan harapku akan senyummu.
Hari ini, sepanjang jalan, aku meratapi kebodohanku, melamun diantara kendara, menyerapah goblognya aku.
Maaf karena cinta dan kegoblokanku membuatmu sakit.
Hari ini aku kecolongan cemburu yang sampai menyakitimu,.
Maaf, bukan maksudku sama sekali menyakitimu seperti itu, sejenak logikaku sempat hilang, menjadi emosi cemburu, lalu menyakitimu...
Hey,
Mungkin aku mengukur rasio cintaku hanya lewat hati, bukan logika, sehingga aku menyakitimu lewat emosi bukan realita.
Kalau boleh jujur, mungkin aku terlalu mencemburuimu. Bahkan jarak dudukmu saja sudah membuat aku resah, belum lagi supel dan ramah mu.
Setauku, mencintai itu mencemburui, maaf kalo takarannya melimpah yang bahkan logikaku pun tidak mampu membendungnya.
Aku akan belajar, mencemburuimu pada nilai minimal, atau bahkan nol. Kalaupun tidak bisa, akan ku coba, sampai pada batas tidak menghakimimu atas hal-hal yang akupun tidak tau adanya.
Hari ini, melihatmu seperti itu, aku sangat sakit. Walau secercah, aku ingin melihat senyummu. Sebentar saja, lalu pulang......, Karena aku menunggumu untuk itu, tapi kamu masih "menata hati", dua kata yang menghancurkan harapku akan senyummu.
Hari ini, sepanjang jalan, aku meratapi kebodohanku, melamun diantara kendara, menyerapah goblognya aku.
Maaf karena cinta dan kegoblokanku membuatmu sakit.
Komentar
Posting Komentar