Mungkin, hanya malam yang menjadi teman setiaku mengingatmu, membolak balik ingatan, kenangan dan harapan, saling berpacu dulu duluan. Mungkin hanya malam, yang mampu melukiskan kerinduanku, lewat pekatnya gelap dan cahaya rembulan. Mungkin hanya malam, yang mampu mengisi relung, lewat sunyi tak bertuan. Mungkin hanya malam, yang mampu membawamu padaku lewat derap pikiran dan angan. Mungkin, hanya pada malam aku mengadu tentangmu, dan, dalam mimpi aku memilikimu utuh sendirian. #Masih meratapi goblognya diri.
Menikmati proses adalah kemewahan, destinasi adalah bonus.