Malam itu,
Ingatkah kamu, tentang
waktu yang kita rasakan bersama,
tentang malam peraduan kita, tentang cinta
yang kita nikmati?,
Aku mengingat semua
tentang rasamu, tentang kata cintamu, dan tentang bahasa rindumu. Lalu kau
berkata “hey, sadar, ini aku bukan si anu”, kukatakan dengan sadarku, “hey, aku
tau ini dirimu, dirimu yang aku inginkan lebih dari apapun”. Kita saling dekap
dalam rasa dan gelora asmara, aku memelukmu, sampai pagi memeluk kita berdua.
Kita, ya “kau dan aku”
melarutkan diri dalam cerita asmara kita, kau tau, aku mencintaimu, aku mencintaimu
lebih dari yang kau bayangkan, dan saat ini berat bagiku untuk tidak melihatmu.
Ingatkah kamu, kita
lewati hari bersama lewat rangkaian kopi dan nasi padang, yang ternyata lebih
nikmat jika bersamamu, lebih indah dengan adamu.
Sore itu, kita habiskan
waktu sampai senja kembali beradu “temani aku ke Sarinah katamu”, bagiku tiada
titah lebih indah selain pintamu itu, dan dengan nalar dan sadarku, kemanapun
maumu aku bersamamu.
Komentar
Posting Komentar