Langsung ke konten utama

Hati,... Hati,... Hati,...

Bermain dengan hati, tidak mudah memang, apalagi ketika hati bermain di fase cinta, rasanya semuanya menjadi lebih rumit, membingungkan dan menyesakkan. Bermain dengan hati itu repot, menyusahakan, juga menyebalkan, tapi manusia mana yang bisa menghindarinya?,. Seperti apapun rupa dan bentuk manusai, suatu saat hatinya pasti akan bermain, entah tentang cinta, cemburu, iri, dengki, kesel, bosa, muak atau apapun itu, suatu saat pasti akan dirasa. Dari kesemua itu, permainan hati yang paling tidak kusukai adalah cinta, iya, cinta, karena cinta itu komplek, lebih komplek dari algoritma matematik, fisika maupun kimia dengan rangkaian perhitungannya. Berbeda pula dengan itu, cinta ukurannya adalah abstrak dan absolute, tidak bisa pul di hitung dengan persamaan apapun yang di ciptakan manusia, hasil hitungan kuantitatifnya adalah tak terhingga, bayangkan,  jumlah nonya saja tidak bisa di hitung, itu cinta, ukurannya abstrak dan tidak bisa di konkritkan. Cinta itu adalah ukuran tindakan yang dilakukan tanpa perhitungan, karena cinta juga tidak bisa di nominalkan dengan uang, ukurannya kabur, juga tidak terhingga,. Bagi pecinta, tida ada nominal uang yang dapat menggantikan arti cinta yang sebenarnya, ia datang dari hati, untuk orang-orang yang terpilih.
Mengapa aku katakan cinta itu hanya untuk orang-orang terpilih?, karena cinta itu dari definisi yang lain adalah kesetiaan yang juga tidak bisa di ukur seenaknya, ditelisik dari definisi yang lain cinta adalah pengorbanan, apa yang sanggup kau korbankan, adalah apa yang akan kau dapatkan, cinta itu tidak mengkhianati pengorbanan, setidaknya itulah yang di peroleh bagi pecinta sejati, dan jika kau mendapati bahwa jika pengorbanannya di  khianat, itu bukanlah cinta, pasti, itu bukan cinta.
Cinta adalah kata yang bisa di tafsirka dengan banyak makna, setidaknya bagiku, cinta adalah mencintaimu dengan hatiku, sehingga apapun yang ku berikan adalah sepenuhnya dari hatiku, dan jika aku mengkhianati cintamu, maka robek saja hatiku, karena ia tak layak untuk mencinta.
*saat aku memikirkannya,.
Jakarta, Maret 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Benteng Pertahanan Termegah di Asia

Oleh Amril Taufik Gobel Adalah sebuah hal yang cukup beralasan bila seorang wartawan New York Times, Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng  Fort Rotterdam di Makassar sebagai "the best preserved Dutch fort in Asia",  benteng Belanda yang paling terlestarikan di Asia. Saat berkunjung akhir tahun lalu, saya masih merasakan nuansa menawan benteng yang dibangun pada abad ke-17 ini. Peninggalan dari Kesultanan Gowa, benteng ini kokoh berdiri di pinggir pantai sebelah barat Makassar.  Walau pada beberapa sisi terlihat kusam dengan lumut yang menempel pada dinding tembok benteng, kemegahannya masih terasa. Saat berdiri di depan gerbangnya yang kokoh saya mendadak membayangkan kehebatan Kesultanan Gowa membangun benteng ini. Dari 17 benteng yang dibangun di sekeliling kota, Fort Rotterdam merupakan benteng yang masih tersisa hingga saat ini dan masih terpelihara keasliannya. Dari segi arsitektural benteng ini menampilkan bangunan berbe...

Indonesia, Pertumbuhan Pesat Risiko Tinggi

Indonesia bertengger di nomor 32 negara dengan risiko tinggi pertumbuhan ekonomi. VIVAnews  - Maplecroft, sebuah firma analisis risiko dan pemetaan, meluncurkan Atlas Risiko Global 2011. Indonesia bertengger di nomor 32 negara dengan risiko tinggi pertumbuhan ekonomi. Maplecroft mengevaluasi 175 negara di dunia dengan 32 'risiko global' yang bisa berdampak di kawasan dan sektor industri. Fokusnya pada tujuh "risiko global" yakni risiko makroekonomi, risiko keamanan, risiko pemerintahan, keamanan sumber daya, perubahan iklim, pandemi dan daya tahan masyarakat termasuk hak asasi manusia. Dan posisi puncak negara paling berisiko alias risiko ekstrem adalah Somalia (1), Sudan (2), Afghanistan (3) dan Republik Demokrati Kongo (4) yang ditandai dengan pemerintahan lemah, konflik internal dan instabilitas kawasan. Namun, beberapa negara dengan pertumbuhan positif ternyata masuk di jajaran risiko tinggi, mulai dari Nigeria (12), India (15, Filipina (17), Rusia (21) dan ...