Langsung ke konten utama

RI-Rusia Teken Kerja Sama Transportasi

AKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama transportasi udara.
Sebagaimana dilaporkan dalam siaran pers dari Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Indonesia diterima di Jakarta Jumat (25/3/2011), penandatanganan perjanjian dilakukan dalam Sidang Komisi Bersama Rusia-Indonesia ketujuh untuk kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan dan teknik.
Penandatanganan tersebut  dilakukan oleh Wakil Menteri Perhubungan Federasi Rusia V. Okulov dan Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia Bambang Susantono dalam kesempatan sidang bersama ketujuh tersebut.
Baik pemerintah Indonesia dan Rusia menilai penandatanganan ini dilakukan untuk menggantikan dokumen sebelumnya pada tahun 1990 dan merupakan langkah penting bagi perkembangan kerjasama bilateral.
Perluasan perhubungan penerbangan yang ditentukan di dalam persetujuan ini akan membantu meningkatkan interaksi di bidang perekonomian, perdagangan, bisnis, budaya dan pariwisata.
Saat ini penerbangan langsung dengan rute Moskwa - Denpasar (Bali) - Moskwa secara reguler dilayani oleh dua maskapai penerbangan Rusia, yakni  Aeroflot dan Transaero.
Acara ini juga dihadiri A. Yarochkin, Ketua Komisi Rusia, Kepala Dinas Pariwisata Rusia, Direktur Jenderal Amerika dan Eropah Kemlu Indonesia Retno LP Marsudi, dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Benteng Pertahanan Termegah di Asia

Oleh Amril Taufik Gobel Adalah sebuah hal yang cukup beralasan bila seorang wartawan New York Times, Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng  Fort Rotterdam di Makassar sebagai "the best preserved Dutch fort in Asia",  benteng Belanda yang paling terlestarikan di Asia. Saat berkunjung akhir tahun lalu, saya masih merasakan nuansa menawan benteng yang dibangun pada abad ke-17 ini. Peninggalan dari Kesultanan Gowa, benteng ini kokoh berdiri di pinggir pantai sebelah barat Makassar.  Walau pada beberapa sisi terlihat kusam dengan lumut yang menempel pada dinding tembok benteng, kemegahannya masih terasa. Saat berdiri di depan gerbangnya yang kokoh saya mendadak membayangkan kehebatan Kesultanan Gowa membangun benteng ini. Dari 17 benteng yang dibangun di sekeliling kota, Fort Rotterdam merupakan benteng yang masih tersisa hingga saat ini dan masih terpelihara keasliannya. Dari segi arsitektural benteng ini menampilkan bangunan berbe...

Indonesia, Pertumbuhan Pesat Risiko Tinggi

Indonesia bertengger di nomor 32 negara dengan risiko tinggi pertumbuhan ekonomi. VIVAnews  - Maplecroft, sebuah firma analisis risiko dan pemetaan, meluncurkan Atlas Risiko Global 2011. Indonesia bertengger di nomor 32 negara dengan risiko tinggi pertumbuhan ekonomi. Maplecroft mengevaluasi 175 negara di dunia dengan 32 'risiko global' yang bisa berdampak di kawasan dan sektor industri. Fokusnya pada tujuh "risiko global" yakni risiko makroekonomi, risiko keamanan, risiko pemerintahan, keamanan sumber daya, perubahan iklim, pandemi dan daya tahan masyarakat termasuk hak asasi manusia. Dan posisi puncak negara paling berisiko alias risiko ekstrem adalah Somalia (1), Sudan (2), Afghanistan (3) dan Republik Demokrati Kongo (4) yang ditandai dengan pemerintahan lemah, konflik internal dan instabilitas kawasan. Namun, beberapa negara dengan pertumbuhan positif ternyata masuk di jajaran risiko tinggi, mulai dari Nigeria (12), India (15, Filipina (17), Rusia (21) dan ...