Langsung ke konten utama

Bos Forbes Yakin Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju

Pemilik Majalah Forbes, Steve Forbes menilai orang Indonesia bisa semakin kaya dalam tahun-tahun ke depan. Sebab, kondisi perekonomian lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia serta meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam menjadi faktor pendorong peningkatan kekayaan orang Indonesia.

Pria yang mengaku khusus datang ke Jakarta untuk melongok perkembangan Tanah Air mengatakan, Indonesia dapat lebih maju jika secara serius membenahi sektor pendidikan dan infrastruktur. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen.

Data yang dilansir majalah Forbes pada Desember ini memperlihatkan terjadinya peningkatan kekayaan orang-orang kaya di Indonesia. Total kekayaan 40 orang terkaya tersebut meningkat hampir dua kali lipat dalam satu tahun yaitu US$ 42 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 71 miliar pada tahun 2010.

"Itu peningkatan uang yang teramat besar," ujar Chief Editorial Advisor Forbes Indonesia Justin Doeble, di Hotel Mulia, hari ini.

Bisnis komoditas batu bara dan kelapa sawit menjadi favorit orang-orang terkaya. Menurut Doeble, dua komoditas ini memiliki prospek cerah saat ini dan di masa mendatang. "Batu bara dan kelapa sawit akan membuat orang Indonesia semakin kaya," kata dia.

Selain itu, batu bara Indonesia juga memiliki keunikan. Dibandingkan dengan batu bara yang dihasilkan India, batu bara Indonesia jauh lebih ramah lingkungan sehingga diminati dunia internasional.

"Bahkan India mengimpor batu bara Indonesia untuk dicampur dengan batu bara yang mereka hasilkan agar kualitasnya bertambah," ujar Deeble.

Dia juga yakin saat Cina terus membangun maka permintaan akan batu bara akan terus meningkat. Demikian halnya dengan kelapa sawit yang juga berprospek cerah.

Menurut Doeble, komoditas yang banyak dihasilkan di Sumatera dan Kalimantan ini memiliki sifat yang unik karena bisa dioleh menjadi berbagai macam produk seperti minyak goreng, kosmetik, sabun, hingga bahan bakar.

Sementara itu, bisnis komoditas tembakau akan mengalami sedikit kegoncangan akibat wacana kesehatan di seluruh dunia. Menurut dia, bertambahnya kekayaan pengusaha rokok lebih disebabkan karena membaiknya pasar modal domestik tempat mereka menitipkan sahamnya. Selain itu, peningkatan konsumsi rokok di kalangan penduduk Indonesia juga membuat penghasilan dari bisnis tembakau terus bertahan.

Perbaikan ekonomi Indonesia dan pesatnya industri batu bara dan kelapa sawit membuat golongan kelas menengah bertumbuh. "Indonesia menjadi salah satu pasar otomotif terbesar di Asia. Pasti orang semakin punya uang dan mampu membelinya," kata dia.

Karena itu ia percaya beberapa sektor usaha lain akan menjadi lahan garapan potensial untuk menambah pundi-pundi emas orang kaya. Sektor usaha tersebut antara lain layanan perbankan dan keuangan, perangkat keras telepon genggam, sektor telekomunikasi dan internet, hingga aplikasi pada telepon genggam.

"Selagi pasar domestik yang dibentuk oleh golongan kelas menengah terus meningkat, bisnis di sektor-sektor ini berpotensi sebagai pengeruk kekayaan," kata dia.

Sumber : http://unik-aneh-langka.blogspot.com/2011/03/hore-orang-indonesia-dipercaya-akan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Benteng Pertahanan Termegah di Asia

Oleh Amril Taufik Gobel Adalah sebuah hal yang cukup beralasan bila seorang wartawan New York Times, Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng  Fort Rotterdam di Makassar sebagai "the best preserved Dutch fort in Asia",  benteng Belanda yang paling terlestarikan di Asia. Saat berkunjung akhir tahun lalu, saya masih merasakan nuansa menawan benteng yang dibangun pada abad ke-17 ini. Peninggalan dari Kesultanan Gowa, benteng ini kokoh berdiri di pinggir pantai sebelah barat Makassar.  Walau pada beberapa sisi terlihat kusam dengan lumut yang menempel pada dinding tembok benteng, kemegahannya masih terasa. Saat berdiri di depan gerbangnya yang kokoh saya mendadak membayangkan kehebatan Kesultanan Gowa membangun benteng ini. Dari 17 benteng yang dibangun di sekeliling kota, Fort Rotterdam merupakan benteng yang masih tersisa hingga saat ini dan masih terpelihara keasliannya. Dari segi arsitektural benteng ini menampilkan bangunan berbe...

Indonesia, Pertumbuhan Pesat Risiko Tinggi

Indonesia bertengger di nomor 32 negara dengan risiko tinggi pertumbuhan ekonomi. VIVAnews  - Maplecroft, sebuah firma analisis risiko dan pemetaan, meluncurkan Atlas Risiko Global 2011. Indonesia bertengger di nomor 32 negara dengan risiko tinggi pertumbuhan ekonomi. Maplecroft mengevaluasi 175 negara di dunia dengan 32 'risiko global' yang bisa berdampak di kawasan dan sektor industri. Fokusnya pada tujuh "risiko global" yakni risiko makroekonomi, risiko keamanan, risiko pemerintahan, keamanan sumber daya, perubahan iklim, pandemi dan daya tahan masyarakat termasuk hak asasi manusia. Dan posisi puncak negara paling berisiko alias risiko ekstrem adalah Somalia (1), Sudan (2), Afghanistan (3) dan Republik Demokrati Kongo (4) yang ditandai dengan pemerintahan lemah, konflik internal dan instabilitas kawasan. Namun, beberapa negara dengan pertumbuhan positif ternyata masuk di jajaran risiko tinggi, mulai dari Nigeria (12), India (15, Filipina (17), Rusia (21) dan ...