Langsung ke konten utama

Inilah Teknologi Canggih Asli Buatan Indonesia

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan sebuah Radar Pengawas Pantai (Coastal Surveillance Radar). Radar asli buatan Indonesia itu diberi nama Indonesia Sea Radar (ISRa).
“Pada hari ini, secara resmi kami meluncurkan tiga item. Yakni peluncuran Radar (ISRa), Website Jurnal Ilmiah, dan Unit pelayanan Bergerak,” kata kepala LIPI Umar Anggara Jenie, di Kantor LIPI Subang, Jalan KS Tubun, Jawa Barat, Kamis, 20 Agustus 2009.
Radar ini akan lebih banyak membantu dalam bidang transportasi. Tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk membantu bidang lain, seperti pertahanan dan keamanan. Dijelaskan Umar, dengan peluncuran Radar itu nantinya diharapkan dapat mendukung sistem transportasi di masa yang akan datang.
“Dengan peluncuran radar ISRa ini diharapkan dapat membantu pengaturan transportasi. Baik itu di laut maupun di udara. Bahkan untuk membantu sistem pertahanan kemanan, seperti dalam pemandu senjata, dan pengunci sasaran,” ujar Umar.
Peluncuran Radar itu juga sebagai bukti akan eksistensi LIPI. “(peluncuran) Ini sebagai bukti bahwa, ilmuwan kita juga bisa melakan penemuan-penemuan seperti halnya ilmuwan luar (negeri). Dan ini merupakan satu dari sekian banyak bukti karya yang dihasilkan oleh ilmuwan kita,” tegasnya.
Selain peluncuran Radar ISRa, LIPI juga meluncurkan situs Jurnal Ilmiah Indonesia yang disebut dengan Indonesia Scientific Journal Database (ISJD). Selain itu, LIPI juga meresmikan Unit Pelayanan Bergerak Sistem Mutu dan Tekhnologi Pengujian (UPB-SMTP).
Peluncuran dipimpin langsung Kepala LIPI, Umar Anggara Jenie. Dalam acara peresmian itu, juga diberikan pengharagaan kepada pihak-pihak yang dianggap telah berhasil mengahsilkan karya ilmiah.
• VIVAnews

Komentar

  1. maju terus indonesia percayakan kepada para ilmuan muda semuanya pasti berhasil dan buat dunia tersentak melihat kebesaran negara kita....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR ALAMAT BUMN di INDONESIA

• PERBANKAN • PT Bank Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Bank Mandiri Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Negara Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [ Situs Resmi ] • PT Bank Tabungan Negara [ Situs Resmi ] • ASURANSI • PT ASABRI • PT Asuransi Ekspor Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jasa Indonesia [ Situs Resmi] • PT Asuransi Jasa Raharja [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Jiwasraya [ Situs Resmi ] • PT Asuransi Kesehatan Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Jamsostek [ Situs Resmi ] • PT Reasuransi Umum Indonesia [ Situs Resmi ] • PT Taspen [ Situs Resmi ] • Jasa Pembiayaan • Perum Pegadaian [ Situs Resmi ] • Perum Sarana Pengembangan Usaha [ Situs Resmi ] • PT Danareksa [ Situs Resmi ] • PT Kliring Berjangka Indonesia [ Situs Resmi ] • PT PANN Multi Finance [ Situs Resmi ] • PT Permodalan Nasional Madani [ Situs Resmi ] • JASA KONSTRUKSI • Perum Pengembangan Perumahan Nasional [Situs Resmi] • PT Adhi Karya Tbk [ Situs Resmi ] • PT Brantas A...

Benteng Pertahanan Termegah di Asia

Oleh Amril Taufik Gobel Adalah sebuah hal yang cukup beralasan bila seorang wartawan New York Times, Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng  Fort Rotterdam di Makassar sebagai "the best preserved Dutch fort in Asia",  benteng Belanda yang paling terlestarikan di Asia. Saat berkunjung akhir tahun lalu, saya masih merasakan nuansa menawan benteng yang dibangun pada abad ke-17 ini. Peninggalan dari Kesultanan Gowa, benteng ini kokoh berdiri di pinggir pantai sebelah barat Makassar.  Walau pada beberapa sisi terlihat kusam dengan lumut yang menempel pada dinding tembok benteng, kemegahannya masih terasa. Saat berdiri di depan gerbangnya yang kokoh saya mendadak membayangkan kehebatan Kesultanan Gowa membangun benteng ini. Dari 17 benteng yang dibangun di sekeliling kota, Fort Rotterdam merupakan benteng yang masih tersisa hingga saat ini dan masih terpelihara keasliannya. Dari segi arsitektural benteng ini menampilkan bangunan berbe...

Indonesia, Pertumbuhan Pesat Risiko Tinggi

Indonesia bertengger di nomor 32 negara dengan risiko tinggi pertumbuhan ekonomi. VIVAnews  - Maplecroft, sebuah firma analisis risiko dan pemetaan, meluncurkan Atlas Risiko Global 2011. Indonesia bertengger di nomor 32 negara dengan risiko tinggi pertumbuhan ekonomi. Maplecroft mengevaluasi 175 negara di dunia dengan 32 'risiko global' yang bisa berdampak di kawasan dan sektor industri. Fokusnya pada tujuh "risiko global" yakni risiko makroekonomi, risiko keamanan, risiko pemerintahan, keamanan sumber daya, perubahan iklim, pandemi dan daya tahan masyarakat termasuk hak asasi manusia. Dan posisi puncak negara paling berisiko alias risiko ekstrem adalah Somalia (1), Sudan (2), Afghanistan (3) dan Republik Demokrati Kongo (4) yang ditandai dengan pemerintahan lemah, konflik internal dan instabilitas kawasan. Namun, beberapa negara dengan pertumbuhan positif ternyata masuk di jajaran risiko tinggi, mulai dari Nigeria (12), India (15, Filipina (17), Rusia (21) dan ...