Besok, 20 Oktober 2014, episode baru dari Demokrasi akan dipertontonkan Republik ini kehadapan jutaan pasang mata. Kecil, besar, tua, muda akan menjadi saksi goresan tinta sejarah kepemimpinan baru. Seorang pemimpin baru, yang konon terlahir dari rakyat, memahami rakyat secara utuh dan dalam semua perspektif dinilai sangat berbeda degan rezim sebelumnya. Seorang pemimpin yang sangat diharapkan mampu merubah semua sendi kehidupan bernegara, seorang pemimpin yang "lebih" pro-rakyat, menjadikan aspirasi rakyat sebagai panduan dalam arah kebijakan kepemimpinanya. Pemimpin yang mendengarkan keluhan, saran, kritikan, dan mau terjun kebawah untuk melihat rakyat dari sudut pandang rakyat itu sendiri. Dari kesan kepribadian yang diciptakan, mampukah pemimpin baru ini mempertahankan gaya kepemimpinan pro-rakyat, yang telah didengungkan dalam setiap kesempatan? Menarik untuk melihat kiprahnya dalam 5 tahun kedepan,..... Faizal Mhd Alhaq, 19 Oktober 2014.
Menikmati proses adalah kemewahan, destinasi adalah bonus.